Indigenous women in Asia carry the stories, struggles, and hopes of their communities—they lead with courage, protect what matters, and remind us all of the power of unity and care.
IPAS FUND dengan bangga menyaksikan tonggak sejarah pada Sidang Umum Pertama the Network of Indigenous Women in Asia (NIWA), yang diselenggarakan dari tanggal 21 hingga 24 Mei.

Di Chiang Mai, Thailand, para perempuan adat dari seluruh wilayah berkumpul dalam semangat persatuan, kekuatan, dan tekad untuk membentuk masa depan gerakan mereka.
Sidang dimulai dengan kunjungan penuh makna ke Desa Mae Tha, Distrik Mae On, tempat kami mengamati peran vital yang dimainkan perempuan dalam mempertahankan komunitas dan tradisi mereka.


IPAS FUND mendapat kehormatan menyaksikan perjalanan kuat para anggota NIWA saat mereka bersatu untuk membentuk tim kepemimpinan mereka—sebuah langkah maju yang signifikan dalam misi bersama mereka untuk mengangkat suara, memperkuat kepemimpinan, dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan adat di seluruh Asia.
Dengan komitmen dan visi kolektif, NIWA memilih para pemimpin barunya:
♦️Chair: Ms. Kesheli Cishi – Indigenous Women Forum of North East India (IWFNEI)
♦️Secretary: Ms. Rinda – Association of The Indigenous Peoples in Ryukyus (AIPR)
♦️South Asia Representative: Ms. Falguni Tripura – Bangladesh Indigenous Women Network (BIWN)
♦️Southeast Asia Representative: Ms. Maslah Rompado – Pertubuhan Wanita Orang Asal Malaysia (PWOAM)
♦️East Asia Representative: Ms. Su Hsin – Papora Indigenous Development Association (PIDA)
♦️Mekong Representative: Ms. Rochum Munny – Cambodia Indigenous Women Association (CIWA)

Sidang ini adalah momen transformasi. Kami merayakan babak baru NIWA ini dan berdiri dalam solidaritas dengan perempuan adat di seluruh Asia saat mereka terus memimpin, mengadvokasi, dan bangkit.✨


