Tentang Kami

Inilah kami, apa yang kami lakukan dan bagaimana kami melakukannya.
IPAS Fund adalah mekanisme pendanaan regional oleh dan untuk Masyarakat Adat Asia yang digagas dalam lokakarya konsultasi regional pada tanggal 31 Juli hingga 1 Agustus 2022 di Siem Reap, Kamboja. Tujuan utama kami adalah menyediakan akses langsung bagi Masyarakat Adat di Asia terhadap pendanaan untuk mengatasi tantangan spesifik mereka, seperti hambatan bahasa, pembatasan dari pemerintah, dan keterbatasan kapasitas. IPAS Fund mengakui dan berupaya membangun dukungan dari donor yang sudah ada sambil mendorong donor lainnya untuk mengubah pendekatan mereka dari pendanaan berbasis proyek menjadi pendanaan inti serta membangun dan memperkuat hubungan solidaritas berdasarkan kepercayaan dan akuntabilitas bersama. Dana ini juga bertujuan untuk menjangkau kelompok Masyarakat Adat di tingkat akar rumput, termasuk organisasi Perempuan Adat, Pemuda Adat, dan Masyarakat Adat Disabilitas.

Visi

Kami, Masyarakat Adat Asia, secara penuh dan berkelanjutan mengelola tanah, wilayah, dan sumber daya tradisional kami dengan meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan pengetahuan kami, demi terwujudnya hak-hak individu dan kolektif, kesejahteraan, serta kesetaraan gender kami.

Misi

Membangun dan memobilisasi sumber daya finansial dan sumber daya lainnya dalam rangka memperkuat serta meningkatkan solidaritas dan kepemimpinan Masyarakat Adat Asia untuk mengelola sumber daya kami dalam menjalankan hak-hak kami dan mengembangkan kontribusi kami menuju masa depan yang berkelanjutan.

Tujuan Kami

Membangun dan memperkuat kapasitas kelembagaan dan teknis institusi, organisasi, dan jaringan Masyarakat Adat di Asia untuk meningkatkan mobilisasi sumber daya, pengelolaan keuangan, serta memastikan keberlanjutan, akuntabilitas, transparansi, dan pengambilan keputusan secara kolektif guna memberdayakan Masyarakat Adat.

Memberikan akses langsung terhadap pendanaan bagi institusi, organisasi, dan jaringan Masyarakat Adat di Asia untuk mendukung kebutuhan dan prioritas atas kedaulatan kami terkait tanah, wilayah, dan sumber daya serta penjagaan hutan, dan isu-isu yang lebih luas mengenai konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan sejalan dengan hak-hak dan kesejahteraan kami.

Memperkuat kerja sama dan solidaritas Masyarakat Adat di Asia melalui jejaring, kolaborasi, pertukaran pembelajaran, dukungan timbal balik, serta representasi dan partisipasi yang inklusif dalam berbagai proses, mekanisme, dan kegiatan di semua tingkatan, guna mendorong visi dan misi IPAS.

Target Kami

1
Perlindungan total 29,55 juta hektar dari 93 juta hektar hutan hujan tropis di Asia hingga akhir tahun 2028.

2

Peningkatan kesadaran bagi 50–60 juta Masyarakat Adat tentang hak kolektif dan individu mereka atas tanah, wilayah, dan sumber daya.

3

Setidaknya 6 juta Masyarakat Adat dan kelompok interseksional mendapatkan manfaat langsung dari dana IPAS.

4

Country Steering Committee (CSCs) secara aktif memfasilitasi pengelolaan serta pemantauan dana IPAS di seluruh negara.

5

Pemetaan Wilayah Adat seluas 40 juta hektar.

Pembina Kami

Ms. Joan Carling

Chairperson

Philippines
Southeast Asia subregion

Mr. Devasish Roy

Vice-Chairperson

Bangladesh
South Asia subregion

Ms. Chandra Tripura

Secretary

Bangladesh
Youth representative

Ms. Rukka Sombolinggi

Treasurer

Indonesia
Southeast Asia subregion

Ms. Lin Lin Su Hsin

Member

Taiwan / China
East Asia subregion

Ms. Khesheli Chishi

Member

Northeast India
South Asia subregion

Ms. Pratima Gurung

Member

Nepal
Indigenous Persons with Disabilities representative

Ms. Yun Mane

Member

Cambodia
Mekong subregion

Mr. Gam A. Shimray

Member

Northeast India
Regional IP Network

Mr. Kittisak Rattanakrajangsri

Member

Thailand
Mekong subregion

Ms. Maslah Rompado

Member

Malaysia
Women Representative

Tim Kami

Jenifer Lasimbang

Executive Director

Shree Kumar Maharjan

Program Director

Stephanie Ratih Andriyani

Communication Officer

Kebijakan Kami

Di IPAS, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa pekerjaan kami berpedoman pada integritas, transparansi, dan rasa hormat bagi semua. Untuk memperkuat komitmen ini, kami telah mengadopsi serangkaian kebijakan tata kelola dan akuntabilitas utama:

 

 

Kebijakan ini menjadi landasan cara kami bekerja — dengan mitra, komunitas Adat, dan sekutu kami — dengan menjunjung tinggi standar etika tertinggi sembari memajukan misi kami.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini dalam praktik, IPAS terus memberikan sumber daya kepada Masyarakat Adat di Asia untuk memimpin, memutuskan, dan berkembang.

id_IDIndonesian

Jenifer Lasimbang

Executive Director

Jenifer Lasimbang is a passionate and dedicated advocate for indigenous rights, ICT empowerment, and community development. With over 20 years of experience, she has worked extensively to promote education, socio-economic development, and healthcare in rural and indigenous communities across Malaysia. Holding a Master’s degree in Human-Computer Interaction, Jenifer has been instrumental in initiatives such as the Malaysian Indigenous Peoples’ Conference on Education (MIPCE II), where she championed mother tongue-based education and cultural preservation. She also collaborated with UNICEF Malaysia on the #thisability campaign to raise awareness about children with disabilities. A former assistant minister and elected assemblywoman, Jenifer has focused on empowering women and Indigenous Peoples in governance while continuing her volunteer work with organizations like MERCY Malaysia, particularly in remote healthcare missions.

Jenifer Lasimbang worked with the United Nations Development Programme (UNDP) at the regional level as a consultant for the Regional Indigenous Peoples’ Programme at the UNDP Regional Centre in Bangkok from 2008 to 2009. During her time with UNDP, she coordinated development programs across Asia and the Pacific, focusing on Indigenous Peoples’ rights. She helped manage grants awarded to community-based Indigenous organizations, deepening her understanding of the struggles faced by Indigenous communities in the region. Jenifer also contributed to research and publications related to Indigenous Peoples’ rights and promoted a Human Rights-Based Approach to development through her work with UNDP.

Shree Kumar Maharjan

Program Director

Shree Kumar Maharjan (Ph.D.) from Kirtipur-5, Kathmandu, Nepal is an agriculture graduate from the Institute of Agriculture and Animal Science (IAAS), Tribhuvan University, Nepal. He accomplished a Ph.D. in International Cooperation Studies from the Graduate School of International Development and Cooperation (IDEC), Hiroshima University, Japan. 

He has been working as a development professional in multiple organizations from local to national and international levels including the Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP) based in Chiang Mai Thailand, Resource Identification and Management Society (RIMS Nepal), Local Initiatives for Biodiversity Research and Development (LI-BIRD), Natural Resource Development Center (NRDC) in different positions respectively.

Currently, He is a Program Director at the Indigenous Peoples of Asia Solidarity Fund (IPAS fund). He has published several articles on indigenous rights, agriculture, climate change, tourism, conservation ecology, youth issues, etc.

Stephanie Ratih Andriyani

Communication Officer

Stephanie Ratih Andriyani has over 10 years of experience working in communications, with a strong background in media relations, project management, and event organization. She has previously worked with a communication consultancy that collaborated extensively with environmental and community-focused NGOs in Indonesia. Before joining the IPAS Fund, Stephanie worked at an environmental NGO, gaining extensive knowledge in climate crisis issues, environmental conservation, and Indigenous Peoples’ rights. As a Communications Officer at IPAS, Stephanie is based in Jakarta, Indonesia

Hak Cipta ©2024.

Indigenous Peoples of Asia Solidarity Fund

Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang