Dukungan Darurat untuk Komunitas Raute di Nepal

Bagi masyarakat adat yang tinggal di wilayah hutan, musim dingin dapat berdampak signifikan pada mata pencarian mereka. Demikian pula, suku Raute, satu-satunya komunitas nomaden di Nepal, sangat terpengaruh oleh kondisi cuaca yang keras. Diyakini bahwa mereka telah hidup di hutan dan pemukiman manusia di Nepal selama sekitar 900 tahun.

Selama musim dingin, komunitas Raute, yang selama ini hidup nomaden di hutan beratapkan tenda, menghadapi kondisi yang sangat parah. Mereka dilanda panas dan dingin yang ekstrem, disertai angin kencang. Dengan berlindung di bawah tenda-tenda tua dan bocor di musim dingin, mereka sangat bergantung pada tenda untuk bertahan hidup. Melalui Hibah Darurat untuk Masyarakat Adat di Nepal melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Adat, tenda-tenda telah didistribusikan kepada 43 kepala keluarga komunitas Raute yang tinggal di Ranighat, Surkhet.

Saat ini, terdapat 135 jiwa di 43 kepala keluarga komunitas Raute, termasuk 74 perempuan dan 61 laki-laki. Solidaritas dan niat baik untuk suku Raute sangat penting demi perlindungan dan keamanan komunitas Raute yang berada di ambang kepunahan.

Tenda-tenda telah didistribusikan kepada 43 keluarga komunitas Raute, dengan satu tenda per keluarga. Selain itu, tiga tenda ekstra didistribusikan untuk menampung tiga keluarga komunitas Raute yang dijadwalkan akan mengadakan acara pernikahan dalam beberapa hari ke depan.

Hibah Darurat adalah salah satu jenis hibah yang digagas oleh IPAS Fund. Hibah darurat ini dimaksudkan sebagai bentuk solidaritas kepada Organisasi Masyarakat Adat (OMA) dan komunitas yang mengalami bencana atau risiko dalam membela hak-hak mereka sebagai individu/komunitas yang sangat membutuhkan dukungan. Hibah ini ditujukan untuk komunitas, pemimpin, dan anggota yang berada dalam risiko.

Komite Pengarah dari Negara (Country Steering Committee) memainkan peran krusial dalam mempertimbangkan kondisi spesifik di negara masing-masing mengenai cara terbaik menggunakan dana darurat ini. 

Source: Skynewsnepal

Photo credit: Research and Development Center for Indigenous Peoples Nepal

Bagikan konten ini
WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Konten terkait
id_IDIndonesian

Hak Cipta ©2024.

Indigenous Peoples of Asia Solidarity Fund

Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang