Di Thailand, lebih dari 5 juta Masyarakat Adat dari 46 kelompok etnis tersebar di 67 provinsi. Keterikatan mendalam mereka dengan tanah, air, hutan, dan kearifan budaya merupakan bagian penting dari warisan negara tersebut. Namun, komunitas-komunitas ini—terutama anak-anak dan generasi muda mereka—terus menghadapi pengucilan dari proses pembangunan, akses terbatas terhadap hak-hak dasar, dan ancaman terhadap cara hidup tradisional mereka.
The Ton-kla Indigenous Children and Youth Network (TKN), under the guidance of the Council of Indigenous Peoples in Thailand (CIPT), works to empower Indigenous youth. It gives them a platform to learn, share, lead, and raise their voices for justice and environmental protection.
One of the key activities supported by this effort is the Youth Leadership Camp on Climate Change for the Rights and Voices of Indigenous Peoples—a powerful gathering that brought young Indigenous leaders together to learn, reflect, and take action.
From May 31 to June 3, 2025, Indigenous youth from five regions gathered in Chiang Rai for the Youth Leadership Camp, held at the Meechai C&C Center, Pa Ngio Subdistrict, Wiang Pa Pao District. This four-day event created a space for learning, self-reflection, and advocacy, focusing on three core pillars:
- Kepemimpinan dan Komunikasi untuk Perubahan
- Pengetahuan Iklim, Sains, dan Kearifan Adat
- Memahami hak-hak Masyarakat Adat di tingkat nasional dan internasional
Inti dari perkemahan ini adalah membantu kaum muda mengeksplorasi identitas mereka dan hubungan mereka dengan lingkungan melalui sesi-sesi praktis yang transformatif:
🔹 “Who Am I?” and “My World and Your World”
Anak-anak dan pemuda merenungkan identitas dan akar mereka, menghubungkan pengalaman pribadi mereka dengan dampak perubahan iklim. Sesi ini membuka ruang bagi mereka untuk tumbuh sebagai pemimpin masa depan untuk perubahan.
🔹 “The World of Huai Hin Lad Nai Community”
Para peserta mengunjungi komunitas Huai Hin Lad Nai untuk belajar dari praktik pengelolaan sumber daya alam mereka, yang didasarkan pada kearifan lokal. Mereka melihat secara langsung perjuangan, titik balik, dan upaya yang dipimpin oleh masyarakat untuk melindungi hutan dan aliran air. Ini adalah pengalaman nyata dalam menjadi "komunikator untuk perubahan."
🔹 “Campaign Study”
Para pemuda mempraktikkan pemikiran kritis dengan menganalisis isu-isu di komunitas mereka dan merancang strategi komunikasi untuk mengadvokasi keadilan iklim dan hak-hak Masyarakat Adat.
🔹 “Pitch for Change”
Sesi ini menjadi puncak perkemahan, memungkinkan para pemuda untuk mempresentasikan rencana komunikasi mereka dan berbagi kisah yang ingin mereka bawa kembali ke komunitas masing-masing. Mereka juga mendiskusikan cara mempertahankan advokasi dan memperkuat suara pemuda adat di masyarakat.

Melalui jaringan TKN, para pemuda adat mendapatkan pengetahuan penting tentang hukum nasional dan internasional yang memengaruhi hak dan mata pencarian mereka. Mereka belajar cara membela komunitas mereka, melindungi tanah dan perairan leluhur mereka, serta memimpin dengan kearifan yang diturunkan oleh para tetua mereka.
“When children and young people talk about environmental management, they’re not just learning—it’s about preserving their way of life,” said Supansa Janthai, Coordinator of the TKN Network.
📲 Follow the ongoing stories of Indigenous Youth in Thailand through TKN’s Facebook page.
📸 Photo and video by TKN


